CSI Siginjai Road to Bukit Tiga Puluh: Otomotif, Petualangan, dan Pendidikan Alam untuk Anak
Sebenarnya buat komune fans mobil karena itu pekerjaan yang dilaksanakan tentunya tidak akan jauh dari kepentingan otomotif. Menjajal kemampuan mesin, aksesori serta kelengkapannya, lakukan beberapa manuver, serta melalui halangan medan melawan, Tetapi tidak itu saja, pekerjaan CSI Siginjai Road to Bukit Tiga Puluh banyak juga berisi pekerjaan penjelajahan serta pendidikan alam untuk anak.
Chevy Rewrite Indonesia (CSI) Chapter Jambi atau CSI Siginjai lakukan pekerjaan awal tahunnya dengan lakukan touring ke Camp Granit Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) Kabupaten Indragiri Hulu Propinsi Riau, Sabtu -- Minggu (25-26/1). Komune penggemar kendaraan pabrikasi Chevrolet ini, lakukan touring tempuh jarak lebih dari 200 km membelah jalan nasional lintas timur sumatera serta sedikit medan off road mendekati sampai ke Camp Granit.
Menurut Dahler sebagai Ketua Umum CSI Siginjai, sesuai motto Komune One CSI One Family, karena itu peserta touring ikut sertan bawa keluarganya, hingga bisa memperkuat bersilahturahmi antar anggota yang datang dari background serta karier yang lain.
"Pekerjaan semacam ini ialah acara family time, peserta yang turut touring dianjurkan bawa keluarganya, bisa bawa anak, cucu, kakak, adik, orangtua, mertua serta tetangga" kata Dahler.
Dahler yang dalam touring kesempatan ini membawa juga istri, anak serta dua orang cucunya memberikan tambahan, kecuali mengangkat topik One CSI One Family untuk motto penting Komune, touring kali ini ingin menebarkan pesan hijau untuk bumi. Karena itu tempat sebagai arah ialah TNBT yang disebut teritori konservasi alam dengan rimba alam sisa yang masih tetap terbangun serta sisi dari paru-paru dunia yang berada di Indonesia.
"Di Tempat Camp Granit tidak ada jaringan listrik, telephone ditambah lagi internet. Jadi beberapa anak akan konsentrasi serta bermain sepuasnya dengan situasi latar yang benar-benar alami. Lihat beberapa tipe tumbuhan, melihat serta dengarkan irama beberapa satwa, bermain di sungai serta air terjun, dan beberapa kesibukan bermain dialam yang lain" kata Dahler.
"Jika beberapa anak ada yang tidak memahami, serta ingin mendapatkan keterangan dengan yang mereka jumpai dialam, mereka dapat menanyakan serta mendepat keterangan dari pakarnya. Kebetulan anggota kita ada yang profesinya untuk mengurus Taman Nasional serta kesibukan lingkungan, jadi tentu pakar di bagian itu" lanjut Dahler yang profesinya untuk seorang konsultan.
Ada lumayan banyak kamar yang ada di Mess Camp Granit yang diurus oleh Balai TNBT. Tetapi beberapa anggota CSI Siginjai, pilih bermalam bersama-sama keluarganya ditenda yang mereka bawa serta serta dirikian sendiri. Sama seperti yang dilaksanakan Iqbal serta keluarganya.
Iqbal yang tiba bersama-sama istri serta ke-2 anaknya menjelaskan, buat kita yang tinggal diperkotaan event semacam ini benar-benar susah diketemukan. Oleh karenanya, peluang langka semacam ini harus digunakan sebaik-baiknya.
"Kebetulan anak saya benar-benar senang dengan pelajaran ilmu dan pengetahuan alam, jadi saat ada peluang bermain di tempat inilah dapat belajar langsung dari alam, jika ada yang tidak dimengerti dia dapat menanyakan serta berunding langung dengan Om-om CSI Siginjai yang pakar di bagian ini" kata Iqbal yang profesinya untuk pebisnis.
Yoan Dinata anggota CSI Siginjai yang profesinya sebagi kesibukan lingkungan menjelaskan, TBNT yang mempunyai seputar 140 ribu hektar ini adalah bentang alam rimba tropis Sumatera yang masih tetap sisa. Type ekosistem penyusun hutannya cukup komplet, dari mulai rimba dataran rendah, rimba pamah serta rimba dataran tinggi. Areanya terdapat di Propinsi Riau serta Jambi, dengan habibat alaminya masih terbangun.
