Selamat Hari 86! Toyota Sprinter Trueno AE86 Berusia 37 Tahun
Dinginnya malam serta pekatnya gelap tidak menciutkan nyali beberapa pemirsa balap liar di Gunma. Rekan-rekan tongkrongan, yang suka mobil, grupies serta anggota klub mobil balap bergabung di garis finis di kaki Gunung Akagi untuk menunggu jawara mereka finis lebih dulu.
Sesaat di atas ketinggian nyaris 3000 kaki, route 62, jarangnya penerangan membuat jarak pandang benar-benar terbatas. Dari arah timur terlihat sinar lampu mobil dengan gemuruh mesin 7000 rpm.
Mazda RX-7 (FD3S) menuruni jalan dengan keepatan 160 kph. Dibalik kemudi, anggota Red Suns namanya Kenji, terlihat konsentrasi. Gemuruh Rotary Engine garapan kebanggaan Mazda dengan muffler Tanabe tentu membuat keringat dingin beberapa street racer lawannya.
Kadang-kadang Kenji melirik kaca spion, mengawasi mobil berwarna two tone putih serta hitam yang melekat di belakangnya; satu Toyota Sprinter Trueno GT-APEX (AE86) tertulis "Fujiwara Tofu" yang cari sela untuk overtake. "Mustahil!" hebat Kenji dalam hati. Dengan situasi geografis downhill, horsepower tidak punya pengaruh.
Sebaliknya gravitasi yang menggantikan. Kenji mencapai pedal rem, sisi belakang FD3S mengusung sedikit, sekalian memutar steering wheel ke kanan, tangan kiri Kenji menarik handbrake sekejap serta kembali lagi melepaskannya. Sisi belakang mobil seakan ingin mengejar sisi depan. Mobil alami oversteer, berbelok ke kanan.
Di belakangnya Takumi Fujiwara si pengantar tahu yang ada dibalik kemudi AE86 itu selekasnya ambil bagian dalam, dengan sekejab lakukan late braking, memutar steering wheel ke kanan.
Ke-2 mobil sekarang sejajar berbelok ke kanan. Roda kanan depan AE86 sekarang ada di atas tanah padat, bagian jalan yang terdalam. Kenji melihatnya dengan merasa tidak yakin. Dia percaya tidak tersisa ruangan untuk mobil fastback tua itu. Tetapi sekarang sekalian berbelok dia bisa lihat tail light AE86. Masuk bibir kelokan Takumi mengkoreksi steering wheel, serta sekarang AE86 ada di muka FD3S.
Manga | initiald.fandom.com Di atas adalah sepotong narasi berseri dari Manga populer asal Jepang berjudul "Initial D" karya Shuichi Shigeno, dengan tokoh penting namanya Takumi Fujiwara, pengantar tahu dari toko punya ayahnya; Bunta Fujiwara. Dalam kesehariannya mengantarkan tahu, Takumi menggunakan Toyota Sprinter Trueno GT APEX punya si ayah.
Biasanya melancong di seputar Kota Gunma serta sekelilingnya membuat Takumi benar-benar akrab dengan ruang termasuk juga Route 62 serta 257 di Gunung Akagi. Bunta Fujiwara memang peminum serta perokok berat, stylenya tetap jauh dari kesan-kesan rapi. Tetapi dia junjung tinggi semangat kerja yang betul.
Product Tahu paling baik tidak bermakna apa -apa bila tidak dibantu oleh delivery yang pas waktu. Karena itu dia tetap meningkatkan putra sematawayangnya; Takumi untuk mengemudi secara cepat serta betul.
Salah satunya "pelatihan" Bunta pada Takumi yang akan dikenang oleh beberapa yang suka AE86 ialah menempatkan satu cup berisi air putih pada cup holder mobil AE86 kepunyaannya. Takumi jangan menumpahkan air saat harus mengemudi melalui Gunung Akagi.
